Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Selama 2 Hari Kawasan Bonai Telah Terendam Banjir Kiriman dari Sumbar

Selama 2 Hari Kawasan Bonai Telah Terendam Banjir Kiriman dari Sumbar – Banjir kiriman dari Sumatera Barat, merendam Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir itu telah merendam lokasi Bonai saat 2 hari.

“Banji yang sekarang berlangsung semenjak tempo hari sampai ini hari. Beberapa jalan lintas kecamatan serta rumah masyarakat digenangi air,” kata Kapolsek Bonai Darussalam, Iptu Riza Effyandi pada wartawan, Selasa (16/10/2018).

Riza menuturkan, banjir ini berlangsung di Desa Kasang Mungkal serta Desa Sontang. Keadaan luapan air dari sungai Rokan Kiri yang manakah sisi hulunya berada di Sumbar.

“Air menggenangi semua perumahan masyarakat. Sarana umum seperti masjid serta sekolah ikut tidak lepas terdampak banjir,” kata Riza.

Masih tetap menurut Riza, air yang menggenangi tubuh jalan lintas inipun membuat banyak kendaraan jadi macet. Pihak kepolisian ditempat sekarang ini lakukan penyusunan jalan raya untuk mengurai kemacetan karena banjir.

“Satu sekolah SD 03 Desa Kasang Mungkal digenangi air. Akan tetapi kegiatan belajar mengajar masih dikerjakan,” kata Riza.

Menurut Riza, keadaan banjir di wilayahnya telah dikoordinasikan ke pihak kecamatan, BPBD Rohul. Penduduk minta selekasnya dibuat tenda untuk pengungsi.

“Kami belumlah bisa terangkan berapakah jumlahnya rumah masyarakat yang digenangi air. Yang pasti dua ini hari kegiatan penduduk lumpuh sebab tidak dapat panen sawit,” tutup Riza.

Kepulan Asap Hitam Masih Terlihat di Gunung Merbabu

Kepulan Asap Hitam Masih Terlihat di Gunung Merbabu – Kebakaran tempat lahan di Gunung Merbabu di lokasi Kabupaten Semarang sampai ini hari belumlah padam. Sekurang-kurangnya 8 SRU diberangkatkan dari Basecamp Thekelan untuk mematikan kobaran barah di Gunung Merbabu. Pemicu kebakaran juga belumlah didapati dengan tentu.

Selasa (16/10/2018), jam 12.00-13.30 WIB, kebakaran di Gunung Merbabu belumlah padam. Kepulan asap hitam tampak dari terlalu jauh. Tanaman rerumputan serta ilalang yang sangat banyak terbakar.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto menjelaskan, pemicu kebakaran di Gunung Merbabu yang pasti belumlah didapati. Akan tetapi, bila kebakaran dengan alami di Merbabu mustahil.

“Pemicu yang belumlah dapat didapati, yang pasti jika kebakaran dengan alami di Merbabu mustahil,” kata Edy dalam singkat lewat whatsapp, Selasa (16/10/2018).

Lalu sekalian menanti pertolongan pemadaman memakai helikopter, pemadaman dikerjakan dengan manual. Karena itu, sekurang-kurangnya 8 SRU diberangkatkan dari Basecamp Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Usaha pemadaman selalu dikerjakan.

Suka Duka Ipda Rochmat di Madiun Demi Anak Asuh

Suka Duka Ipda Rochmat di Madiun Demi Anak Asuh – Apa pun dikerjakan oleh Ipda Rochmat Tri Marwoto (41) untuk menyekolahkan anak-anak asuhnya. Anggota Brimob Madiun itu bahkan juga ikhlas menggadaikan sertifikat tempat tinggalnya ke bank untuk itu.

“Kami kan memang mandiri semenjak awal nikah. Ingin usaha ya mesti berfikir sendiri. Buat usaha dahulu mikirnya agar dapat nambah bayar SPP anak-anak asuh ikut keperluan anak. Jadi saya serta pak Rochmat mesti masukan sertifikat ke bank buat agunan credit,” tutur Helmiyah, istri Ipda Rochmat, Selasa (16/10/3018).

Ibu satu anak itu beralasan saat mereka mulai ambil anak asuh di tahun 2007, upah Ipda Rochmat belum juga mencukupi. Waktu itu masih tetap sekitar di angka Rp 1 juta. Itupun automatis terpotong untuk cicilan bank.

“Credit bank ini memang untuk kepentingan keperluan sekolah serta makanan. Tetapi alhamdulillah jika kita ikhlas tetap ada jalan untuk anak-anak,” kenangnya sambil malas mengatakan nominal nilai credit di bank saat itu.

Helmiyah memberikan, seiring waktu berjalan, upah Ipda Rochmat ikut bertambah. Akan tetapi ini pula berbanding lurus dengan keperluan mereka yang sekarang ini mengasuh 20 anak asuh. Dari 20 anak asuh itu, 18 anak salah satunya duduk di bangku sekolah.

Rinciannya, lima anak duduk di bangku perguruan tinggi, 9 anak pelajar SMA, dua anak pelajar SMP serta dua yang lain adalah pelajar SD.

Jika ditotal, dalam satu bulan Ipda Rochmat serta istrinya mesti menyisihkan seputar Rp 4 juta untuk cost makan, iuran sekolah serta transportasi mereka.

“Untuk keperluan berbelanja satu hari Rp 150-200 ribu, belumlah uang sakunya. Yang SD sehari-hari Rp 3 ribu, SLTP Rp 4 ribu, SLTA Rp 5 ribu. Untuk beras satu hari habis seputar 10 kg,” pungkasnya.

Ipda Rochmat memberikan, untuk anak-anak asuhnya dia ikut mempersiapkan 12 sepeda motor menjadi moda transportasi mereka.

“Untuk sepeda motor buat sekolah saya carikan yang murah mas, yang terpenting dapat buat sekolah. Kasihan sekolahnya di kota cukup jauh serta swasta sekolahnya,” tuturnya.

Dengan keikhlasan Ipda Rochmat, ada-ada saja donatur yang hadir untuk memberi pertolongan. Besarannya juga tidak banyak, sekitar Rp 500 ribu sampai 1 juta. Akan tetapi dia menunjukkan jika keikhlasan itu ikut berbuah manis untuk dia.

“Alhamdulilah karena disekolahkan Bapak Kapolda saya saat ini Ipda,” ujarnya.

Jatuhnya 2 Jet Tempur Myanmar Tewaskan 2 Pilot dan 1 Pelajar Putri

Jatuhnya 2 Jet Tempur Myanmar Tewaskan 2 Pilot dan 1 Pelajar Putri – Dua jet tempur Myanmar jatuh di lokasi Myanmar tengah ini hari. Dua pilot jet tempur serta seseorang pelajar putri meninggal dalam insiden itu.

“Satu jet tempur jatuh ke satu sungai kecil sedang jet yang lain jatuh dekat satu desa di kota Minbu di lokasi Magway,” kata petinggi lokasi ditempat, Myint Zaw seperti diambil Anadolu Agency, Selasa (16/10/2018).

Myint Zaw menjelaskan, belumlah jelas kenapa ke-2 jet tempur itu jatuh dalam tempat yang sama di waktu bertepatan. Dikatakannya, salah satunya jet menabrak satu BTS atau jatuh untuk hindari tabrakan dengan menara handphone itu.

Myint Zaw mengatakan, jasad ke-2 pilot diketemukan di dekat tempat jatuhnya jet tempur. Ditambahkannya, seseorang pelajar putri yang tengah belajar di dalam rumah gurunya, ikut meninggal dalam peristiwa itu.

“Ia terluka kronis karena serpihan pesawat yang jatuh, serta wafat beberapa waktu lalu,” tutur Myint Zaw. Dua siswa yang lain alami luka-luka mudah. Tidak dijelaskan bukti diri beberapa korban.

Seseorang anggota parlemen dari Minbu, Win Win menjelaskan, serpihan pesawat militer itu berantakan di ruang yang luas dekat tempat peristiwa.

“Pesawat-pesawat itu hancur berkeping-keping,” katanya pada Anadolu.

Kecelakaan pesawat militer relatif sering berlangsung di Myanmar dalam beberapa waktu paling akhir. Awal mulanya pada Juni 2017, 122 personil militer serta keluarga mereka meninggal saat pesawat mereka jatuh ke Laut Andaman.

Ternyata Ini Penyebab Tanah Bergeser di Pagedangan Tangerang

Ternyata Ini Penyebab Tanah Bergeser di Pagedangan Tangerang – Berita tanah berubah sampai retak-retak di Pagedangan, Tangerang, sudah sempat membuat ramai. Nyatanya, tanah berubah sebab ada pengerukan.

Momen ini berlangsung di Kelurahan Kadu Sirung, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada Senin (15/102018). Tanah yang retak itu ialah jalan lingkungan selebar 1,5 mtr.. Panjang retakan 37 mtr..

“Keretakan ada yang 0,5 mtr. serta ada yang dibawah itu. Demikian kita bisa informasi ada jalan yang retak, kita ke lapangan,” kata Kepala Dinas Bina Marga serta Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budi waktu dihubungi, Selasa (16/10).

Dinas Bina Marga bersama lurah serta polisi lantas menelusuri sebabnya. Nyatanya, tanah retak-retak sebab berubah karena ada pengerukan tanah.

“Sebabnya sebab pergeseran tanah. Jadi sore harinya hujan lebat lalu di sampingnya ada sisa galian pengerukan,” tuturnya.

Pergeseran tanah itu memang sudah sempat membuat masyarakat cemas. Tetapi Slamet pastikan perihal ini bukan kenyataan alam.

“Tadi malam masyarakat cemas, takut ada keretakan yang lainnya. Karena itu tempo hari kita yakinkan jika pergeseran dikit saja. Langsung kita perbaiki ikut, telah tuntas tadi siang (perbaikan),” tutur Slamet.