Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Rampok Duit Miliran Rupiah Buat Main Cewek, 3 Pelaku Ditangkap Polisi

Rampok Duit Miliran Rupiah Buat Main Cewek, 3 Pelaku Ditangkap Polisi – Tiga perampok di Ngawi ditangkap. Tapi lima yang lain masihlah buron. Hasil rampokan dipakai untuk berfoya-foya serta main wanita.

” Pernyataan pemeran ada yg buat foya-foya main wanita yg cantik untuk penuhi nafsu biologisnya. Istri kurang cantik tukasnya. Terkecuali itu ikut faktor kepentingan ekonomi. Dari delapan pemeran baru tiga yg tertangkap serta lima masihlah buron, ” kata Kasat Reskrim polres Ngawi AKP Indra Najib di kantornya Rabu (20/2/2019) .

Ke-tiga pemeran yg ditangkap itu kata Indra tertangkap di lokasi Bojonegoro kala akan menjalankan laganya. Ke-tiga pemeran ialah Purwanto (26) , masyarakat Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Lalu Muhammad Nasir (52) , masyarakat Perum Raya Rajeg Blok C, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, Banten dan Salidun (55) , masyarakat Bandung.

” Polisi sukses menelusur kehadiran komplotan itu. Banyak pemeran memang diketahui spesialis perampokan lintas lokasi serta senantiasa berlaga memakai senjata tajam untuk mengintimidasi korbannya, ” katanya.

Diutarakan Indra, untuk ke lima pemeran yg masihlah dalam pengejaran ialah Sutrisno (44) , masyarakat Dusun Karangan, Kabupaten Waya, Lampung selatan ; Ampuh Alias Radit Kasro (35) , masyarakat kota Cane, Propinsi NAD. Lalu Imam (22) , masyarakat Kabupaten Dapat Jawa Tengah, Fredi (53) , masyarakat Yogjakarta ; serta Mantok (37) , masyarakat Kota Cane, Kabupaten Aceh Tenggara.

Selain itu Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu menjelaskan ke-tiga pemeran yg udah di ringkus mengaku merampok uang serta emas dengan keseluruhan Rp 1, 2 milyar pada Mei 2018 di toko Slamet. Terkecuali itu pemeran awal mulanya ikut menyatroni entrepreneur toko di Kecamatan Kedunggalar pada April 2018 serta sukses membawa kabur uang keseluruhan Rp 35 juta.

” Sebab mendapatkan intimidasi serta ketakutan, korban membukakan lemari besi yg berisi perhiasan serta uang dollar dan rupiah. Kerugian korban menggapai Rp 1 miliar lebih satu tempat. Belum juga korban beda kira-kira Rp 35 juta, ” jelas Pranatal.

Dijelaskan Pranatal, kala diamankan, phaknya ikut mengamankan tanda bukti berwujud lima paket punya pemeran serta sejumlah hasil perampokan. Atas kejahatan yg dilaksanakan di lokasi Kabupaten Ngawi, banyak pemeran dijaring Clausal 365 KUHP dengan intimidasi pidana penjara sepanjang 10 tahun.

Kericuhan Konser Musik di ITC Depok Terjadi Karena Penonton yang Membeludak

Kericuhan Konser Musik di ITC Depok Terjadi Karena Penonton yang Membeludak – Ketegangan ditengah konser musik di Mal ITC Depok, Jalan Margonda, terekam video yang selanjutnya viral di jejaring sosial. Beberapa pirsawan berteriak histeris kala ketegangan berlangsung.

Dalam satu video yang disaksikan, Rabu (20/2/2019) , beberapa ratus orang berdesak-desakan di rooftop mal itu. Banyak pengunjung sama-sama berteriak sembari beradu fisik.

” Kampungan. . . kampungan! ” teriakan pirsawan.

Beberapa pirsawan wanita terdengar berteriak histeris ketakutan. Massa berdesak-desakan sampai beradu jotos.

Dalam video lainnya, ada pirsawan yang justru memperkeruh keadaan. Aktor melemparkan helm menjurus pirsawan lainnya.

Moment itu berlangsung pada Selasa (19/2) malam. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto menuturkan ketegangan berlangsung lantaran pirsawan yang membeludak.

” Lantaran jumlah banyak, kan itu kan gratis hingga banyak yang ada, ” tukasnya.

Didik menuturkan panitia pada akhirnya menyudahi konser itu. Polisi selanjutnya ambil alih serta membubarkan pirsawan.

” Pada akhirnya panitia ambil langkah menyudahi kesibukan pada waktu 20. 45 WIB serta pada akhirnya mereka lambat-laun menjadi bubar, ” sambungnya.

Didik menuturkan panitia tak menyiapkan acara dengan masak. Panitia semestinya mencari tempat yang lebih representatif, mengingat konser itu gratis.

Kemenag ke Ponpes: Selalu Pantau Perkembangan Santri-santri di Asrama, Jangan Lengah!

Kemenag ke Ponpes: Selalu Pantau Perkembangan Santri-santri di Asrama, Jangan Lengah! – Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat, turunkan team privat ke Pondok Pesantren (Pondok pesantren) Nurul Ikhlas Padang Panjang, sehubungan tewasnya santri yang dikeroyok. Kemenag mengharap pada pimpinan Pondok pesantren biar janganlah lamban serta masih mengamati santrinya.

” Masalah itu mesti jadi pelajaran. Kita tidak mau terulang lagi, ” kata Kakanwil Kemenag Sumbar, Hendri, Rabu (20/2/2019) .

Menurut Hendri, team privat itu akan memonitor serta lakukan pembinaan pada pondok (pesantren) .

Tidak hanya itu, pihak Kemenag sudah kirim surat ke pesantren buat memperketat pengawasan serta perbaikan pada pengawasan di asrama.

” Pimpinan pondok harus tetap memonitor perubahan santri-santri di asrama. Pembinaan dengan cara mendalam. Janganlah lamban, ” ingin ia.

Kemenag cuma dapat bertindak pembinaan, lantaran Nurul Ikhlas tidak semuanya dibawah Kementerian Agama, namun pun Kemendikbud.

” Biarpun ponpes, disana bukan madrasah, namun SMP serta SMA, ” lebih Hendri.

Masalah kekerasan di Pondok Pesantren mengemuka sehabis seseorang santri bernama Robi Alhalim, dikeroyok serta dianiaya 19 rekanannya sama-sama santri dalam asrama. Penganiayaan berjalan 3 hari. Dari 19, 17 orang jadikan terduga.

Korban dikeroyok sampai koma. Sehabis lebih dari satu minggu tidak sadarkan diri, Robi hembuskan nafas paling akhir di dalam rumah sakit, Senin (18/2/2019) pagi

Kebakaran di Sukabumi Hanguskan Rumah dan Memanggang Satu Keluarga

Kebakaran di Sukabumi Hanguskan Rumah dan Memanggang Satu Keluarga – Kebakaran hebat hanguskan rumah semi permanen di Kampung Sukasirna, RT 003 RW 13 Desa/Kecamatan Cikembar Sukabumi seputar waktu 01. 00 dini hari barusan. Tiga penghuni yang disebut satu keluarga itu wafat terpanggang.

Ketiganya merupakan Jamaludin (37) kepala keluarga, Iis (28) istri serta anak tiri Jamaludin, Rahayu alias Ayu (10) . Baru dua bulan ini, mereka tinggal dalam rumah punya bapak angkat Iis, ialah Jajun (50) , yang disebut ketua RT ditempat. Tidak hanya ke-tiga korban dalam rumah itu ada Desi Suangsih (29) , putri dari Jajun.

” Mereka satu keluarga, tinggal di sini baru dua bulan. Itu rumah yg terbakar ikut rumah saya, ” kata Jajun, Rabu (20/2/2019) .

Jajun mengira kebakaran itu disengaja. Satu hari sebelumya, anak angkatnya Iis mengemukakan kepadanya bila suaminya mau bunuh diri.

” Tempo hari saya mendapatkan berita dari Iis, suaminya mengintimidasi bakal bunuh diri. Kala itu Iis berkata ke suaminya bila pengen bunuh diri janganlah di sini, mencari lain tempat saja, ” papar Jajun.

Jajun bercerita, Iis merupakan anak angkatnya serta menikah dengan Jamaludin penduduk Depok sepanjang 5 tahun. Awal mulanya pasangan suami istri itu tinggal di kampung halaman suaminya.

” Jamaludin berstatus Duda, Iis janda mereka semasing miliki anak. Mereka tinggal di Depok, sebab kasihan selanjutnya saya beri hunian, di sini mereka telah dua bulan. Iis sendiri seringkali mengerang suaminya itu banyak problem, ” lanjut Jajun.

Tidak hanya hanguskan rumah serta memanggang satu keluarga kebakaran ikut menghanguskan tiga unit motor. ” Dua motor punya saya, satu kembali milik si Jamaludin. Saya bersukur anak saya selamat, ia lari melalui pintu belakang, ” tandas ia.

Info Jajun meralat kabar awal mulanya yg dikasihkan BPBD yg menyebutkan ada tiga korban yg melepaskan diri dari kebakaran itu.

Sampai sekarang ini pihak kepolisian tetap kerjakan penyidikan, jasad korban tetap ada di RSUD Sekarwangi paska dievakuasi petugas pagi barusan.

Dipukul Warga Pakai Kayu Besar, Gembala Sapi di Makassar Ini Sampai Pingsan

Dipukul Warga Pakai Kayu Besar, Gembala Sapi di Makassar Ini Sampai Pingsan – Seseorang penggembala sapi dianiaya lantaran sapi yang digembalakannya masuk rumah masyarakat. Penggembala muda ini bahkan juga hingga sampai tidak sadarkan diri waktu dianiaya.

Penggembala ini didapati bernama Reza (16) . Sebelum peristiwa pada Selasa (19/2) siang tempo hari, ia tengah menggembalakan sapi punya Daeng Sikki dalam suatu tanah di kompleks Perumahan Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar.

” Kepala saya dipukul gunakan kayu besar hingga sampai tidak sadarkan diri, ” kata Reza waktu didapati detikcom di kediamannya d Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu (20/2/2019) .

Reza menceritakan, sapi-sapi yang digembalakan dianya waktu itu di tempatkan dalam suatu rumah kosong. Lantaran terasa haus, dianya terus pergi ketujuan warung paling dekat untuk beli minuman. Mendadak ada seseorang masyarakat yang berteriak biar sapi yang digembalakan Reza dijaga.

” Saya hanya beli minum. Waktu kembali saya langsung dibuang batu besar serta mengenai kaki saya. Terus saya lari serta belakang saya dipukul kayu besar serta saya tidak sadarkan diri, ‘ tukasnya.

Dikatakannya, pria yang memukulnya itu diketahui dengan panggilan Haji Madol. Tiada ajukan pertanyaan apa-apa, Reza langsung dianiaya. Tidak cuma itu, Reza sudah sempat memperlihatkan sisa luka lebam pada bagian leher karena hantaman kayu.

” Saya diselamatkan sama tetangganya. Ia kasih saya air minum serta usap kepala saya dengan balsem waktu saya sadar, ” tukasnya.

Di tempat yang sama, orang-tua Reza, Acce menyatakan susah atas penganiyaan yang menerpa anaknya.

” Bila anak anak kan tinggal diberikan ketahui atau dimarahi atau dicubit bila nakal. Bukan dipukul hingga sampai tidak sadarkan diri. Bila anak ini mati bagaimana? ” kata Asse dengan suara jengkel.

Diakui dia telah dua bulan ini anaknya berubah menjadi penggembala sapi untuk mencari penambahan uang jajan. Ditambah lagi, Reza sudahlah tidak bersekolah kembali. Sesudah penganiayaan ini berlangsung, keluarga besar Reza juga emosi serta minta tdk ada perdamaian pada aktor serta lphaknya.

Selain itu, Kapolsel Manggala Kompol Hasni waktu dilakukan konfirmasi terpisah membetulkan peristiwa penganiayaan ini.

” Korban serta keluarganya telah memberikan laporan ke kami bab pendapat penganiayaan ini, ” papar melalui sambungan telpon.