Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Polisi Tangkap Seorang Pelaku Pencurian dengan Modus Coblos Ban di Bali

Polisi Tangkap Seorang Pelaku Pencurian dengan Modus Coblos Ban di Bali – Polisi tangkap seseorang aktor pencurian dengan modus coblos ban di daerah Kerobokan, Kuta Utara, Bali. Salah satunya korbannya yakni, masyarakat negara Rusia, Elena Aristarkhova yang kehilangan uang belasan juta serta perhiasan emas raib.

Momen pencurian itu berlangsung pada Rabu (23/5) jam 16.00 Wita. Aktor pada akhirnya diamankan ini hari di daerah Lumajang, Jawa Timur.

“Hasil dari lidik aktor pencurian spesialis coblos ban atas nama Muhammad Dul alias Dul ada di tempat tinggalnya Dusun Curahrejo, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Team Opsnal Badung lalu menggerebek serta tangkap aktor,” kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan melalui pesan singkat, Minggu (18/11/2018).

Pada polisi, aktor mengaku tindakannya. Tidak cuma itu, rupanya aktor telah berlaga lebih dari 1x.

“Sesudah diamankan serta diinterogasi aktor mengaku tindakannya sudah lakukan pencurian modus coblos ban di sejumlah TKP,” katanya.

Dari info aktor sudah lakukan laganya sekitar enam kali di daerah Kerobokan, serta Ubud. Waktu berlaga Dul kadang dibantu tiga orang temannya, Rizal, Neri serta Sori.

“Di Kerobokan, Ubung serta Ubud, Dul dibantu Rizal temannya untuk menempatkan paku. Hasil dari di Kerobokan didapat tanda bukti Rp 8 juta, lalu di sekitaran Ubung didapatkan tas warna hijau yang berisi uang Rp 18 juta, serta di Ubud didapatkan Ponsel Samsung serta uang Rp 2 juta. Di tiga tempat ini korbannya bule,” jelas Andi.

Tidak kapok, aktor lalu bersama dengan tiga temannya itu kembali berlaga di Ubud, serta Kerobokan. Di tiga tempat ini semasing bekerja menjadi tukang petik, joki serta penebar paku.

“Di TKP Ubud tanda bukti yang diambil tas warna hitam yang berisi uang sebesar Rp 7 juta serta buku-buku bacaan, di TKP Kerobokan tanda bukti yang ditangkap tas warna coklat yang berisi uang Rp 4 juta serta buku kamus, dan TKP Banjar Semer Kerobokan didapat tas warna hijau yang berisi uang Rp 18 juta, paspor, serta perhiasan emas. Semasing pemetiknya Rizal, Neri serta Sori joki, sesaat Dul menempatkan paku,” jelas Andi.

Waktu diamankan, Dul sudah sempat dihadiahi timah panas sebab menantang petugas. “Sekarang ini aktor telah ditangkap ke Mako Polres Badung untuk diminta info,” papar Andi.

Tewasnya Dua Bocah di Kolam Hotel di Jambi Masih Dalam Penyelidikan Polisi

Tewasnya Dua Bocah di Kolam Hotel di Jambi Masih Dalam Penyelidikan Polisi – Masalah tewasnya dua bocah lelaki di kolam renang hotel di lokasi Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, sekarang ini masih juga dalam penyidikan polisi. Kontrol pada pihak hotel ikut dikerjakan petugas untuk tahu pemicu kematian dua bocah asal Jakarta itu

“Ada 4 orang pihak hotel yang kita check ini hari berkaitan insiden itu. Dari kontrol sesaat, tewasnya korban itu karena disebabkan tersengat arus listrik dari kabel mesin air yang berada di kolam itu. Tapi ini masih tetap kami dalami kembali,” kata Kapolsek Kotabaru AKP Andi Zulkifli, Minggu (18/11/2018).

Empat orang manager hotel yang dicheck masih tetap berstatus saksi. Polisi ikut sudah bekerjasama dengan pihak korban berkaitan laporan atas insiden tewasnya dua bocah lelaki itu.

“Kita telah bekerjasama pada pihak korban supaya memberikan laporan peristiwa itu, agar bisa kami tindak lanjuti. Akan tetapi sebab korban mungkin masih juga dalam keadaan berduka serta syok, jadi kami lakukan tindakan dengan cepat dengan lakukan laporan A. Yang manakah laporan itu kami kerjakan sendiri sesudah terdapatnya peristiwa itu,” katanya.

Kolam renang hotel sekarang ikut sudah dipasang garis polisi. Beberapa alat di tempat kolam renang itu ikut juga ditangkap petugas menjadi tanda bukti. Dua korban juga dibawa ke rumah duka di Jakarta untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

“Untuk beberapa alat di tempat kolam renang itu menyengaja dibawa oleh team Labfor Polresta Jambi untuk proses penyidikan. Serta korban sekarang juga diangkut pihak keluarga ke Jakarta untuk disemayamkan dari sana,” tutur Andi.

Awal mulanya didapati, dua bocah lelaki asal Jakarta bernama Gilang Rizki Putra (13) serta Anjas Satria Kumara diketemukan meninggal mengapung di kolam renang hotel. Peristiwa itu berlangsung pada Sabtu sore (17/11) saat ibu korban tengah hadir acara reunian SMA di hotel itu.

Ke-2 korban sudah sempat dibawa kerumah sakit oleh pihak hotel, akan tetapi nyawa korban tidak bisa tertolong.

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Upaya Penutupan Retakan Tanah di Trenggalek

Puluhan Personel Gabungan Lakukan Upaya Penutupan Retakan Tanah di Trenggalek – Beberapa puluh personil kombinasi dari Polisi, TNI, Perhutani serta penduduk lakukan usaha penutupan retakan tanah di lereng Gunung Jamal Trenggalek. Maksudnya adalah untuk meminimalkan kekuatan tanah longsor.

Dengan memakai perlengkapan tradisionil berbentuk cangkul, team kombinasi menyisir semua retakan tanah di lokasi Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Trenggalek. Rekahan tanah yang lebarnya pada 50 sentimeter aampai dengan 1 mtr. itu diuruk dengan material tanah yang ada di sekelilingnya.

Kapolsek Tugu Iptu Bambang Purwanto menjelaskan pengurukan titik retakan yang ada diatas perkampungan masyarakat itu terpenting dikerjakan untuk mengecilkan intimidasi longsor. Sebab dengan tertutupnya rekahan, jadi saluran air hujan akan tidak masuk ke retakan.

“Jika masuk ke retakan jadi kekuatan longsor akan makin besar, sebab akan mengikis tanah dari dalam. Nah, karena itu kami ikut audah membuat aliran untuk mengubah saluran air saat berlangsung hujan,” kata Bambang, Minggu (18/11/2018).

Diterangkan, retakan tanah di Dusun Pakel, Desa Prambon itu berlangsung satu pekan paling akhir sesudah lokasi Trenggalek diguyur hujan deras dalam beberapa waktu. Lereng yang masuk di lokasi Perhutani itu retak dengan lebar pada 50 sentimeter sampai 1 mtr., dengan panjang retakan sampai 300 mtr..

“Ini cukuplah beresiko, sebab jarak pada kampung dengan titik retakan seputar 500 mtr., jarak itu jika di daerah datar cukup jauh tetapi jika di lereng kan dekat sekali, berarti tempat retakan diatas perkampungan,” paparnya.

Selain itu Wakil Administratur Perhutani lokasi Kediri Selatan, Andi Iswindarto, menjelaskan penutupan titik retakan tanah itu adalah satu bentuk kerja sama lintas lembaga untuk menghadapi kekuatan longsor.

“Awal mulanya ikut kami lalukan bersama untuk titik retakan di Desa Karangsoko. Lalu diluar itu kami berkerjasama dengan beberapa lembaga serta penduduk ikut melalukan reboisasi di Kecamatan Panggul,” kata Andi.

Reboisasi itu dikerjakan pada tempat gawat di lokasi rimba sabuk merah Desa Ngrencak, Kecamatan Panggul. Pihaknya bersama dengan penduduk serta TNI lakukan penanaman seribu pohon trembesi.

“Ini menjadi usaha kita bersama dengan untuk kembalikan manfaat serta kelestarian rimba, mudah-mudahan ke depan semua komponen dapat turut mengawasi tanaman itu sampai tumbuh besar. Jika lestari pasti faedahnya akan dirasa oleh penduduk luas,” paparnya.

Hujan Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang di Kediri

Hujan Disertai Angin Kencang Akibatkan Pohon Tumbang di Kediri – Hujan dibarengi angin kencang menempa Kabupaten Kediri. Keadaan alam itu menyebabkan satu pohon roboh menerpa mobil. Mengakibatkan satu orang meninggal serta satu orang yang lain terluka.

Korban meninggal ialah JA (16). Sesaat korban luka ialah Soejoko (51). Mereka ialah bapak serta anak. Mereka adalah masyarakat Jalan dr. Wahidin, Desa /Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Kepala BPBD Kabupaten Kediri Randy Agatha menjelaskan kedua-duanya tengah ada dalam mobil Daihatsu Terios bernopol AG 1455 HA sepulang dari rumah saudara. Setibanya di ruang rimba lindung Jamban Dusun Jengkol,Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten tau-tau hujan lebat dibarengi angin kencang menyebabkan pohon roboh serta menerpa mobil yang ditumpangi kedua-duanya.

“Menurut info yang di terima anggota BPBD Kabupaten Kediri, kedua-duanya mngendarai mobil akan pulang, akan tetapi waktu datang di ruang rimba lindung Jamban Dusun Jengkol,Desa Plosokidul Kecamatan Plosoklaten, hujan lebat serta angin kencang membuat pohon roboh serta menerpa mobil, sampai membuat bapak alami luka, serta anaknya wafat,” jelas Randy, Minggu (18/11/2018).

Randy menjadi langkah cepat serta responsif anggota BPBD pada musibah, pengungsian dikerjakan dibantu oleh Polsek Plosoklaten serta masyarakat, sebab mobil tertimpa pohon cukuplah kronis. Korban luka dibawa petugas ke RS Baptis Kota Kediri untuk mendapatkan perlakuan medis.

“Korban luka dibawa ke RS Baptis Kota Kediri, untuk mendapatkan perlakuan medis,” pungkas Randy.

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Probolinggo

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Probolinggo – Angin puting beliung menerjang beberapa puluh rumah di Desa Riskan, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. Kencangnya hembusan angin meluluh lantakkan semua material bangunan rumah sampai rata dengan tanah.

Tidak cuma rumah masyarakat, beberapa sarana umum seperti rumah beribadah, sekolah, sampai jalan desa serta kecamatan sesaat terputus, karena akibat terjangan angin.

Salah satunya masyarakat yang tempat tinggalnya terdampak angin, Jumaani, menjelaskan sebelum angin puting beliung berlangsung, keadaan hujan mudah berlangsung di seputar tempat tinggalnya.

Akan tetapi selang beberapa lalu, nada gemuruh dibarengi hembusan angin kencang menggoncangkan tempat tinggalnya. Cemas tertimpa bangunan, dia yang tinggal berdua bersama dengan anaknya, di rumah lalu lari keluar. Dia serta anaknya juga, selamat dari intimidasi maut.

“Awalannya nada gemuruh pak, serta tidak diduga rumah bergoncang hebat. Sebab takut saya lari keluar rumah dengan anak saya, ya untung selamat. Jika rumah ya langsung rata tanah pak,” tutur Jumaani pada wartawan Minggu (18/11/2018).

Atas peristiwa itu, Jumaani sangat terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya menjadi rumah sesaat.

Selain itu, Kepala desa Riskan Musthofa menjelaskan di desanya ada 3 dusun terdampak angin puting beliung salah satunya Dusun Pete, Krajan, Semar. Menguasai yang terdampak angin adalah bangunan rumah masyarakat.

Keseluruhan sesaat, yang telah bisa didata ada seputar 32 rumah masyarakat terserang angin puting beliung. Dan ada pula sarana umum baik tempat beribadah, sekolah, serta jalan umum.

“Sesaat kita pendataan dahulu, sebab masih tetap kita evaluasi titik-titik yang terdampak angin puting beliung ini,”tuturnya.