Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Pria Tanpa Identitas Tewas Usai Ceburkan Diri ke Laut di Bantul

Pria Tanpa Identitas Tewas Usai Ceburkan Diri ke Laut di Bantul – Seseorang pria dalam situasi telanjang bundar diketemukan wafat di Pantai Cemoro Sewu, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY. Pria tiada isyarat pengenal itu meninggal dunia sesudah nekat menceburkan diri ke laut.

Koordinator SAR Satlinmas Lokasi III Kabupaten Bantul, Ali Sutanto, menjelaskan mayat itu diketemukan jam 11.00, Kamis (10/1/2019). Dikatakannya, hasil itu dilaporkan oleh seseorang pemancing di samping barat Pantai Cemoro Sewu.

“Barusan kita bisa laporan dari seseorang pemancing kalaupun menyaksikan seseorang pria tiada pakaian berjalan dari timur serta masuk ke laut. Bisa laporan itu team SAR langsung ke TKP,” kata Ali lewat sambungan telephone, Kamis (10/1/2019) siang.

Sampai di tempat, lanjut Ali, nyata-nyatanya pria itu udah ada ditengah laut. Karenanya team SAR langsung kerjakan pengungsian. “Tempat korban barusan lumayan ke tengah laut, serta kala kami pengungsian ke tepi pantai kondisinya udah wafat,” katanya.

Kala dievakuasi, mayat itu tidak berpakaian sekali-kali. Bahkan juga, bagian-bagian tubuhnya alami luka.

“Cuma luka lecet pada sisi pelipis serta mulutnya berbusa. Diluar itu tidak diketemukan beberapa barang punya korban, karenanya identitasnya belum juga didapati. Sekarang ini kami tetap tunggu team iden idetifikasi buat pastikan bukti diri serta yang memicu korban wafat,” ujarnya.

2 Pekerja di Tulungagung Tertimpa Marmer Saat Akan Turunkan dari Atas Truk

2 Pekerja di Tulungagung Tertimpa Marmer Saat Akan Turunkan dari Atas Truk – Dua pekerja industri pemrosesan batu marmer di Tulungagung tertimpa lempengan batu waktu bakal turunkan dari atas truk. Oleh karena itu, satu orang wafat di area peristiwa serta satu korban yang lain patah tulang.

Kapolsek Campurdarat, AKP Nengah Suteja, menuturkan momen itu berlangsung di perusahaan pemrosesan marmer Permata Stone di Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung. Korban wafat diidentifikasi bernama Sumaji (55) masyarakat desa ditempat, sedang korban luka, Nuryani.

“Sekarang ini kedua-duanya udah dievakuasi, korban wafat udah dijalankan visum serta sekarang ini udah diserahkan ke pihak keluarga buat disemayamkan. Lalu buat Nuryani yg alami patah tulang udah dibawa ke rumah sakit buat proses perawatan medis,” kata Nengah Suteja, Kamis (10/1/2019).

Suteja menuturkan, momen kecelakaan kerja itu diawali waktu korban serta beberapa pekerja lainnya ingin turunkan lempengan marmer memiliki ukuran 240 X 180 cm dari atas truk. Beberapa perabotan partisan ikut disediakan, termasuk juga rantai serta tali.

“Semua alat udah siap, tapi waktu pengin di turunkan ikatannya terlepas, hingga lempengan marmer itu jatuh serta berkenaan korban yg ada pada tas truk,” tuturnya.

Sadari peristiwa itu, beberapa kawan korban langsung mengupayakan memberi usaha pertolongan, tapi korban Sumaji tak tertolong serta wafat di area peristiwa. Sedang korban Nuryani alami patah tulang. Korban luka setelah itu langsung dibawa ke rumah sakit buat dapatkan pertolongan medis.

“Hasil dari penyidikan kami tak mendapatkan ada kelengahan, tapi murni karena kecelakaan kerja. Pihak perusahaan ikut bertanggungjawab atas peristiwa itu,” kata Suteja.

Warga Sulsel Ambil Ceceran Solar yang Tumpah dari Kapal Tanker

Warga Sulsel Ambil Ceceran Solar yang Tumpah dari Kapal Tanker – Penduduk di Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang , Kota Parepare , Sulawesi Selatan berduyun-duyun ke pesisir pantai. Mereka membawa perabotan seperti untuk ambil ceceran BBM tipe solar ditepi pantai.

Asri Guntur, satu diantaranya penduduk memaparkan semenjak Waktu 10.00 WITa penduduk udah mulai ramai banyak yang datang untuk ambil tumpahan minyak di bibir pantai. Tumpahan minyak itu ujarnya dikira datang dari Kapal Tanker yg kerjakan bongkar muat BBM di Depot Pertamina tak jauh dari tempat ceceran solar.

“Semenjak tadi malam udah tajam sekali baunya, banyak bersebaran di luar. Tetapi sesuai air surut, solarnya sampai ditepi pantai,” kata Asri, Kamis (10/1/2019).

Asri menyatakan semenjak tiga jam terus ia udah menghimpun 10 drum solar yg ditimba sedikit-demi dikit dari bibir pantai.

“Terpisah sendiri air lautnya dengan solarnya, kan air tak dapat menyatu dengan minyak, sisi bawahnya air, sisi ataslah yg kami mengambil,” tutur ia.

Kasat Sabara Polres Parepare, AKP Anwar menuturkan pihaknya sangat terpaksa kerjakan pengawalan serta pengamana di tempat penduduk ambil tumpahan minyak. Pihaknya menyatakan belum juga mengtetahui dari tempat mana tumpahan minyalk itu berasal.

“Tetap sesaat dikoordinasikan dengan Pihak Pertamina , kita hanya kerjakan pengamanan sajs di tempat ini,”tukasnya.

Menyikapi perihal itu, Sales Retail TBBM Parepare, Faris menyatakan pihaknya sekarang ini tetap mencari tahu dari tempat mana tumpahan solar itu berasal.

“Kembali tengah dicroscheck,dari Team Pertamina, untuk rilisnya selekasnya kita infokan,” secara singkat.

23 Rumah Warga di Tulungagung Rusak Diterjang Puting Beliung

23 Rumah Warga di Tulungagung Rusak Diterjang Puting Beliung – Angin puting beliung memporak-porandakan beberapa puluh rumah di Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung. Sejumlah atap rumah penduduk beterbangan ikut pergerakan angin.

Sekretaris Desa Penjor, Pranoto, menjelaskan hasil dari pendataan sesaat, rumah yang rusak karena hantaman angin puting beliung tadi malam raih 23 rumah. Terkecuali itu angin kencang ikut merobohkan kandang ternak punya penduduk serta mengakibatkan kerusakan majid ditempat.

“23 rumah itu tetap data sesaat, sebab untuk lokasi Dusun Krajan datanya belum juga masuk. Yang pasti ada kandang sapi yang rata dengan tanah ,” kata Pranoto, Kamis (10/1/2019).

Rusaknya rumah karena pergerakan angin puting beliung itu beragam, dimulai dengan rusak gampang sampai berat. Tetapi kerugian yang diakibatkan diperhitungkan raih beberapa ratus juta rupiah.

“Sebab untuk kandang sapi saja itu raih Rp 90 juta, belum juga untuk rumah-rumah masyarakat, berkaitan dengan momen itu kami udah memberikan laporan ke BPBD Tulungagung atau unsur pimpinan kecamatan,” katanya.

Selain itu salah seseorang penduduk Sumarti, momen angin puting beliung itu saat malam hari. Peristiwa itu berjalan sepanjang 15 menit, penduduk yang awal kalinya ada di rumah langsung berhampuran ke luar untuk selamatkan diri.

“Saya langsung lari keluar, sebab jika dalam takut,” kata Sumarti.

Sekarang ini penduduk mulai mengerjakan pembenahan pada rumah-rumah yang rusak diterjang puting beliung. Beberapa atap rumah yang hilang ikut angin ditukar dengan yang baru.

Pelajar SMA Ditemukan Tewas Usai Terjun dari Jembatan Ampera

Pelajar SMA Ditemukan Tewas Usai Terjun dari Jembatan Ampera – Sesosok mayat wanita diketemukan terapung di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Paling akhir, mayat itu didapati adalah pelajar SMA yang terjun dari Jembatan Ampera.

“Pagi barusan sudah diketemukan mayat yang terapung atas nama Eni Yulansari. Hasil dari info didapati mayat siswi SMA 10 Palembang,” kata Kasat Polair Polresta Palembang Kompol Cahyo di area, Kamis (10/1/2018).

Mayat terapung itu pertama-tama diketemukan nelayan Sungai Musi. Ia waktu itu tengah melintas di dermaga PT Pusri, 1 Ilir. Waktu diketemukan, korban lantas masih tetap gunakan baju sekolah.

“Masih tetap gunakan baju sekolah, saat ini telah dibawa ke Bhayangkara. Gagasan langsung diserahkan ke keluarganya dari Ogan Komering Ulu Selatan,” kata Cahyo.

Tidak cuman menyerahkan terhadap keluarganya, Cahyo pastikan korban merupakan siswi SMA 10 yang terjun dari atas Jembatan Ampera, Selasa (8/1) waktu 17.30 WIB. Bahkan juga tindakan nekatnya itu masih tetap sudah sempat tampak oleh masyarakat.

“Infonya memang korban ini yang terjun dari Jembatan Ampera di hari Selasa. Sesudah kami cek, nyatanya benar. Baju sekolahnya saja masih tetap komplet,” tukasnya.

Cahyo belum juga dapat pastikan yang menimbulkan korban nekat serta terjun dari Jembatan Ampera. Masalah ini lantas sudah diselesaikan deretan di Polsek Ilir Barat, Palembang.