Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Pertimbangan Judul Film Bernafas Dalam Kubur

Pertimbangan Judul Film Bernafas Dalam Kubur – Siapa yang sudah tidak sabar lihat tindakan Luna Maya menjadi Suzzanna? Figur ratu horor Indonesia itu kembali dihidupkan oleh Luna dalam film Suzzanna Bernapas dalam Pendam yang di produksi oleh Soraya Intercine Films. Filmnya sendiri akan launching seputar dua minggu kembali, atau lebih persisnya pada 15 November yang akan datang.

Suzzanna Bernapas dalam Pendam bercerita mengenai Suzzanna (Luna Maya) serta Satria (Herjunot Ali) yang telah menikah saat tujuh tahun akan tetapi belumlah dikaruniai anak. Selanjutnya, Suzzanna tahu dianya hamil. Akan tetapi berita itu hadir bersamaan dengan gagasan Satria ke luar negeri.

Mirisnya, Suzzanna mesti terbunuh oleh empat karyawan suaminya yang menyimpan dendam pada Satria. Awalannya, ke empat karyawan ini cuma punya niat merampok rumah Suzzanna. Akan tetapi gagasan perampokan itu menjadi satu pembunuhan.

Nah, mendekati launching film Suzzanna Bernapas dalam Pendam, kesempatan ini penulis akan jabarin fakta-fakta sekitar film ini. Apakah saja? Langsung saja baca berikut ini.

1. Sang produser sudah sempat terpikir judul Sundelbolong
Sunil Soraya sebagai produser awalannya sudah sempat bingung akan menggunakan judul apakah. Awalannya Sunil berfikir jika nama “Suzzanna” sudah banyak dipakai untuk film-film yang mendaur lagi ide film lamanya, karena itu ia sudah sempat sempat terbersit judul “Sundelbolong”. Akan tetapi, sesudah dipikir kembali pada akhirnya pilihannya jatuh pada “Bernapas dalam Pendam” dengan penambahan kata “Suzzanna” di depannya. Judul itu diambil bukan ingin menyentuh judul film lama seperti Bernafas dalam Lumpur (1970) atau Beranak dalam Pendam (1971), tapi sebab cerita yang akan dipertunjukkan dalam filmnya.

2. Terdapatnya perubahan sutradara di dalam proses produksi
Seperti yang lo tahu awal project Suzzanna Bernapas dalam Pendam diumumkan, nama sutradara yang diumumkan ialah Anggy Umbara. Akan tetapi waktu proses syuting baru saja berjalan saat satu bulan, Anggy juga mesti diberhentikan. Perihal ini karena waktu mengevaluasi lagi hasil saat satu bulan itu, Sunil kurang senang serta terasa beda visi dengan Anggy. Lalu kursi sutradara juga diserahkan ke Rocky Soraya, yang pimpin syuting kelanjutan saat 20 hari.

3. Penentuan Luna Maya atas referensi Rocky Soraya
Pilih aktris untuk memainkan ciri-ciri Suzzanna dapat disebut cukuplah susah. Team produksi dituntut untuk dapat mencari aktris yang mempunyai bentuk muka semirip mungkin dengan mendiang Suzzanna. Hal itu dikerjakan supaya topeng prostetik dapat berperan dengan maksimal.

Sesudah habiskan waktu lumayan lama, Sunil tidak kunjung temukan pemain yang di rasa pas. Lantas, partnernya Rocky Soraya merekomendasikan Luna Maya. Awal mulanya, Rocky serta Luna sudah sudah sempat ikut serta kerja sama dalam beberapa project film, yakni The Doll 2 (2017) serta Sabrina (2018).

4. Luna Maya dituntut untuk makan bunga melati
Suzzanna tidak cuma jadi simbol film horor Indonesia. Kenyataannya ia ikut miliki kehidupan misterius. Suzzanna disebutkan seringkali konsumsi melati untuk dapat jadi “titisan” sekaligus juga mengawasi kecantikannya. Beberapa adegan dalam filmnya juga terlihat ia dengan nyamannya kunyah bunga melati. Nah, dalam film Suzzanna Bernapas dalam Pendam, ada salah satunya adegan yang mewajibkan Luna untuk mengonsumsi bunga melati. Sama dengan adegan ikonis dalam film-film Suzzanna awal mulanya.

5. 200 Photo untuk prostetik Suzzanna
Bekas suami Suzzanna, Clift Sangra, nyatanya ikut juga ikut serta dalam project film ini. Seperti yang lo tahu muka Luna dapat semirip itu dengan Suzzanna sebab memakai topeng prostetik. Clift juga menolong team artistik dengan memberi photo Suzzanna dari mulai kecil sampai dewasa yang banyaknya sampai 200. Photo dipakai menjadi rujukan untuk bikin topeng prostetik.

Luna sudah sempat mengutarakan jika awalannya ia sudah sempat terasa tidak yakin diri sebab takut tidak dapat mirip figur Suzzanna. Akan tetapi sesudah berjumpa pasangan make-up artist Rusia yang bekerja mengatasi mukanya, Luna kagum serta pada akhirnya meyakini jika dianya dapat. Bahkan juga tidak cuma mukanya yang serupa, kenyataannya langkah bicara serta gestur yang dimainkan Luna juga demikian mewakili Suzzanna.

***

Buat lo yang menyukai tonton film-filmnya Suzzanna jaman dahulu, mungkin film Suzzanna Bernapas dalam Pendam ini dapat masuk rincian tontonan harus lo di bulan ini. Soalnya, sich, beritanya film ini memakai pendekatan baru dengan jalan cerita yang lebih fresh dengan komponen nostalgia di dalamnya. Wah, jadi semakin tidak sabar!

Seperti yang sudah dimaksud di paragraf pertama artikel ini, Suzzanna Bernapas dalam Pendam mulai tampil di bioskop-bioskop pada 15 November 2018. Ingat baik-baik tanggalnya serta jangan pernah kelewatan, ya!

Keingian El Rumi Untuk Kuliah Ke London

Keingian El Rumi Untuk Kuliah Ke London – El Rumi hadir ke acara peluncuran single lagu perdana adiknya, Dul Jaelani yang berjudul “Taklukkan Dunia”. Dengan spesial El Rumi turut naik panggung menyanyikan lagu “Larut” punya Dewa 19 bersama dengan Dul Jaelani serta kakak mereka Al Ghazali.

“Yang memohon saya turut menyanyi itu Dul, dia telah membuat ide semua, saya serta Al hanya jadi pemanis saja, ” katakan El Rumi waktu terlibat perbincangan di Jakarta.

Menjadi kakak dia mensupport ketetapan Dul Jaelani bersolo karier menjadi vokalis. “Semoga lagunya Dul beberapa orang yang menyukai, ” berharap El Rumi. El Rumi juga tidak cemas adiknya akan kehilangan waktu muda karena semenjak umur 18 tahun telah berkarir menjadi vokalis profesional. “Malah bagus masih tetap gampang telah produktif membuat lagu-lagu dibanding hanya main-main atau nongkrong, ” tutur El Rumi.

Walau ibu mereka, Maia Estianty sudah sempat memohon Dul Jaelani meneruskan pendidikan saja dibanding konsentrasi bermusik. “Bunda sempat katakan sama Dul, Dul kamu lihat itu kakak El ingin kuliah, kamu mesti seperti kakak El juga, ” katakan El Rumi menirukan perkataan Maia Estianty. Tetapi Dul Jaelani masih dengan keputusannya ingin jadi musisi dibanding jadi mahasiswa.

Sesudah El Rumi akan memutus berkuliah di London, Inggris, bukan bermakna komunikasi dengan sang adik terputus. “Kapanpun saya serta Dul masih mengawasi komunikasi, kita seringkali mengobrol di WhatsApp serta Line, ” papar El Rumi.

Baru saja ini El Rumi sudah sempat melihat langsung pertunjukan group musik asal Inggris, The Verve di London. El Rumi tahu benar Dul Jaelani begitu mengidolakan vocalis The Verve, Richard Ashcroft. “Saya kirim foto-foto pada Dul, ingin memberikan jika melihat konser, sesaat dia ingin melihat tetapi tidak dapat, ” narasi El Rumi sekalian ketawa.

Baim Sudah Sempat Memakai Layanan Manajer

Baim Sudah Sempat Memakai Layanan Manajer – Tidak semua artis di Tanah Air mempunyai manajer. Baim Wong diantaranya. Ia tidak mau memakai layanan manajer karena takut mendapatkan manajer yang malas serta cuma memercayakan ketenarannya semata-mata.

“Sebenarnya gunakan manajer bagus juga tetapi banyak pula manajer yang cuma makan upah buta ya, saya males terkadang. Mereka hanya ngatur jadwal, kita dapat juga ngatur jadwal, tetapi kan mereka harus juga full kerja, satu pekerjaan mereka mencari pekerjaan buat artis,

Walau demikian ia menyampaikan tidak semua manajer seperti anggapannya. Baim juga kenal beberapa manajer artis yang andal. Akan tetapi, sampai selama ini ia mengakui masih tetap dapat lakukan pekerjaan menjadi artis serta manajer dengan berbarengan.

“Tapi saya juga kenal dengan beberapa yang bagus ya. Tidak semua demikian. Jika saya sialnya belumlah bertemu saja (dengan yang bagus), ” kata Baim.

Sebenarnya waktu baru-baru meniti karir di industri hiburan Tanah Air, Baim sudah sempat memakai layanan manajer. Akan tetapi ia pilih untuk tak akan bekerja bersama. Tak akan memakai layanan manajer, kata Baim bukan karena berlangsung perseteruan anatara dianya dengan sang manajer.

“Yang tentunya sempat, mereka bukan tidak bagus mungkin saja tidak chemistry sama saya saja, ” kata Baim Wong.

Keinginan Lyra Virna Hanya Hak Bukan Untuk Jadi Tersangka

Jakarta Rasa sedih tengah dihadapi Lyra Virna. Kepolisian Polda Metro Jaya mengambil keputusan pesinetron ini jadi tersangka, minggu lantas atas masalah sangkaan pencemaran nama baik.

Pangkalnya, Lyra Virna dengan suaminya, Fadlan merencanakan lakukan beribadah ke tanah suci lewat agen perjalanan haji serta umrah, ADA Tur and Travel. Keduanya telah lakukan penyetoran uang, tetapi keberangkatan ke tanah suci tidak kunjung berlangsung.

Lyra Virna juga pada akhirnya memohon uangnya dikembalikan. Ia mengunggah sebagian status di account sosial media. Tetapi, malah status ini jadi senjata makan tuan. Lasty Annisa, yang memiliki ADA Tur and Travel, memberikan laporan Lyra atas sangkaan pencemaran nama baik.

Terang, Lyra Virna pernah syok dengan penambahan statusnya itu. ” Namanya wanita, ibu, ada anaknya serta semua jenis umum, ” kata Razman Arif Nasution, kuasa hukum Lyra di Polda Metro Jaya, sekian waktu lalu.

Pada Razman, Lyra mencurahkan isi hatinya. Bagaimana mungkin saja seseorang yang menginginkan menuntut haknya malah jadikan tersangka. Ya, Lyra cuma memohon supaya Lasty kembalikan uang yang sudah disetorkan.

” Dia saja ya menyebutkan bang saya kok tersangka? Saya cuma memohon uang dikembalikan. Saya menulis gunakan sinyal bertanya mengapa jadi tersangka?, ” katanya.

Juwita Move On Dari Nama Bahar

Jakarta – Konflik pada ibu serta anak, Anisa Bahar serta Juwita Bahar, berbuntut dengan pencopotan nama keluarga Bahar di belakang nama Juwita. Ketentuan itu dikerjakan Anisa Bahar sesudah berunding dengan keluarga besarnya.

Menurut Anisa Bahar, Juwita tidak sekali lagi laik menyandang nama besar Bahar karna perilakunya yang malah menghancurkan nama baik keluarga.

Menurut Juwita, ia tidak problem nama Bahar yang sampai kini tersemat pada dianya mesti dicopot. Ia juga pilih untuk memakai nama aslinya, daripada mesti ribut menjaga nama Bahar di belakang namanya.

” Saya gunakan nama lahir saya saat ini, Juwita Tofhany, ” tutur Juwita didapati di lokasi Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (26/2/2018) .

Juwita terasa pencopotan embel-embel Bahar di belakang namanya tidak merubah pekerjaannya jadi pedangdut.

” Insyaallah, karna rejeki berada di tangan Tuhan, ” tutur Juwita.
Juwita menginginkan menunjukkan, walau tanpa ada embel-embel nama Bahar, ia dapat mencapai berhasil. Sebab, ia percaya bila kwalitas serta kekuatan menyanyi tambah lebih perlu daripada nama.

” Yang perlu saya tunjukkan kwalitas saya, masih tetap berprestasi. Tujuannya masih tetap nyanyi, akting juga dapat, ” dia akhiri.