Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Penyebar Berita Hoax Jadi Buron

Penyebar berita hoax jadi buron – Masyarakat dari beberapa lokasi di Sulsel bersama-sama mendatangi TK Akar Panrita Mammisata di Jalan Kirab Remaja, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, Makassar, Minggu (7/10). Mereka punya maksud mengambil anak-anak korban musibah gempa serta tsunami Sulteng yang ditampung di sekolah itu. Yanti (40), masyarakat Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa menyengaja hadir bersama dengan suaminya, Rustam ke tempat pengungsian itu untuk memperoleh seseorang bayi asal Sulawesi Tengah itu. “Telah 13 tahun berumah tangga tetapi belumlah miliki anak. Hadir kesini mencari yang masih tetap bayi atau yang balita umur dua atau tiga tahun,” papar Yanti sumringah.

Sebelum datang di gedung TK Akar Panrita Mamminasata itu, kata Yanti, ia mencari anak-anak pengungsi di RSUP Wahidin Sudirohusodo serta bisa berita jika anak-anak pengungsi banyak ditampung di TK ini. Akan tetapi setiba dalam tempat pengungsian itu, nyatanya berita penawaran adopsi anak itu tidak benar terdapatnya.

Di tanya masalah mekanisme mengambil anak, Yanti serta Rustam suaminya mengakui benar-benar tidak paham mekanisme serta syaratnya.

“Oh mesti ada izin dari Dinas Sosial yah. Saya ikut tidak paham jika mesti lewat pengadilan tetapi saya siap jika ada mekanisme seperti mekanismenya. Saya serta suami siap ikuti proses,” katanya ketertarikan.

Hal sama ikut dikatakan salah seseorang ibu asal Kabupaten Jeneponto tetapi malas menyebutkan namanya. Ia hadir temani kakak iparnya yang tertarik adopsi anak wanita.

“Saya temani saja ipar. Barusan pagi kami ke Rumah Sakit Haji lantas ke Rumah Sakit Bhayangkara mencari anak pengungsi yang dapat diadopsi. Selalu infonya ada dalam tempat pengungsian ini tetapi nyatanya masalah adopsi itu tidak benar,” katanya sambil memberikan, berita masalah adopsi itu bisa dari tetangga.

Kepala Sekolah TK Akar Panrita Mammisata, Fitriana Basira menyatakan berita adopsi anak itu tidak benar.

Untuk menahan rumor hoax itu, Wakapolrestabes Makassar, AKBP Hotman CF Sirait memerintah unit Reskrim Polrestabes Makassar lakukan beberapa langkah penyidikan pada nomer telephone atas nama Ibu Ilmi yang tercantum di sosmed masalah penawaran 100 anak-anak pengungsi untuk diadopsi.

“Ibu Ilmi ini telah masukan laporan ke Polrestabes Makassar sebab terasa dirugikan oleh aktor yang memposting serta memviralkan masalah penawaran adopsi 100 anak pengungsi itu mencatut nama serta nomer ponselnya,” kata Hotman.

Akan tetapi, kata Hotman lagi, aktor yang memposting serta memviralkan berita hoax itu belumlah diketemukan sampai ini hari, Minggu, (7/10). Diterangkan jika pihaknya masih tetap menelusurinya dengan memakai nomer hp Ibu Ilmi, masyarakat Makassar yang terasa dirugikan sebab nama serta nomer ponselnya sudah dicatut oleh aktor