Rss

Banner_Quickbet
maxbet2

Salam Metal Bupati Purbalingga

Salam Metal Bupati Purbalingga – Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hamka Haq membetulkan Bupati Purbalingga, Tasdi membawa lambang partai lewat salam tiga jari waktu digelangdang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas sangkaan masalah korupsi. Menurut dia aksi itu merugikan PDIP.

” Ya dirugikan lah, ya tetaplah kita terasa rugi, ” kata Hamka pada wartawan, Kamis (7/6/2016).

Hamka menerangkan, apa yang dikerjakan Tasdi seakan-akan mencitrakan PDI Perjuangan. Sebab, salam metal tiga jari dipakai PDIP dalam mensosialisasikan nomor urut Pemilu 2019 yang akan datang.

” Dia membawa nama PDI Perjuangan ya kan, jadi orang-orang kita minta itu kan oknum yang lakukan korupsi bukanlah atas nama PDIP, jadi janganlah diliat dari sisi itu, ” katanya.

Meskipun demikian, PDIP kata Hamka juga akan tetaplah mengolah Tasdi dengan administrasi atas sangkaan keterlibatan bupati Purbalingga dikasus korupsi.

Lanjutnya, bila memanglah dapat dibuktikan bersalah Tasdi juga akan selekasnya di pecat dari partai berlambang Banteng itu.

” Jika bukti kuat umumnya kita kebijakanaan tidaklah perlu menanti bukti-bukti laun segera pecat, berarti telah cukup buktinya, ” ucapnya.

Bupati Purbalingga Tasdi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK Selasa (5/6) berkaitan project di Purbalingga. Waktu digelandang ke KPK, Tasdi pernah tunjukkan salam metal pada mass media.

Berlainan dengan Hamka, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno malah berasumsi salam metal yang ditunjukan tasdi mengisyaratkan bila dianya jadi kader yang setia.

” Berarti tunjukkan dia yaitu kader yang setia. Dia ingin tunjukkan kalau dia yaitu seseorang banteng, ” tutur Hendrawan waktu dihubungi wartawan, Kamis, 6 Mei 2018.

Hendrawan menilainya, jadi kader partai, Tasdi adalah orang yang begitu perduli dengan partai, serta senantiasa berpihak untuk mensejahterakan ranting, pengurus-pengurus cabang, dsb.

” Kami maknai jadi kalau dia yaitu orang yg berjuang untuk rakyat, ” ucap dia.

Meski dipandang setia, Hendrawan meyakinkan pihaknya akan tidak berikan pertolongan hukum pada Tasdi. PDIP menginginkan berlaku adil ke semuanya kader yang terjaring OTT.

” Jadi Sekjen (Hasto Kristiyanto) pada umumnya menyebutkan akan tidak ada pertolongan hukum serta dipecat saat itu juga. Itu untuk berikan dimensi keadilan untuk semuanya. Karna ada kader yang terlebih dulu juga demikian. Jadi, ini bukanlah masalah like atau dislike, ” tutur Supratikno.